Bersepeda Keliling Kota Denpasar


ilustrasi by google.com

setelah beberapa hari ini sibuk dengan rutinitas saya di Hotel
akhirnya hari libur yang saya harapkan pun tiba. rasanya otot-otot saya yang tegang selama bekerja ini dapat beristirahat dalam 2 hari kedepan. tentunya karena jatah hari libur yang saya dapatkan dari hotel 2 hari saja. tapi, itu sudah cukup untuk menghilangkan penat saya selama bekerja

hari libur kemarin terasa ada seseuatu yang berbeda, yupz, ini semua karena sepeda baru yang saya beli sekitar seminggu yang lalu. dari pertama kali membeli belum pernah saya coba untuk
bersepeda jarak jauh. ya paling hanya seputaran

komplek rumah saja. tetapi rencana untuk bersepeda di hari liburpun sudah saya susun jauh-jauh hari.

hari jumat sekitar jam 6 sore saya mulai mempersiapkan diri untuk gowess (bersepeda). semua perlengkapan sudah saya beli sebelumnya, seperti helm, celana, sepatu, pelindung lengan dan biar keren beli juga kacamata🙂 dengan sepeda buatan tahun 2011 merek le run bike (polygon), saya memulai aksi gowes saya menuju arah timur yaitu daerah pesanggaran. semangat begitu membara ketika berada di jalan bypass bertemu dengan para biker malam lainya. setiap kali bertemu kita saling bersautan dengan  bell yang sedang ngetren saat ini. TiiiiNggggg,,Tiiiing,,, begitu mereka menyapa saya dijalan. tentunya saya balas dengan suara bell yang sama, hahaha karena biker sekarang rata-rata bellnya sama.

sesampainya di perempatan jalan dekat Mc D sanur, saya mulai merasakan otot-otot yang sudah sekitar setahun tidak pernah berolahraga mulai terasa menegang dan sedikit sakit. sempat berhenti sejenak sambil menghidupkan lampu depan yang berwarna putih dan lampu belakang yang merah. kedua lampu itu berkedip-kedip memberikan isyarat pada pengemudi kendaraan bermotor lainnya. sepeda terus saya kayuh, jarak yang saya tempuh sudah sekitar 15 km, saatnya menuju ke tempat yang disukai para biker bali, yaitu daerah lapangan renon denpasar. benar saja, ketika sampai disana begitu banyak sepeda-sepeda yang keliling kesana-kemari. mulai dari sepeda fiksi, bmx, low rider, dan sepeda sepeda lainya semua berkempul jadi satu.

satu hal yang membuat kami para biker merasa aman dan nyaman bersepeda di kawasan seputaran renon denpasar adalah karena adanya jalur khusus sepeda. kami berusaha selalu berada pada jalur itu, namun sayangnya banyak pengendara sepeda motor justru menggunakan jalur itu untuk melewati kemacetan, bahkan dengan percaya diri yang tinggi, ada salah seorang pengendara motor yang membunyikan klaksonnya di belakang saya. padahal saya sudah berada di jalur sepeda, entah saya yang salah, atau pengendara itu yang kurang paham akan marka jalan.

bersepedapun berlanjut hingga kawasan pasar sanglah, kemudian jalan raya sesetan dan kembali kerumah. sensasi bersepeda malam hari memang sungguh menyenangkan. udara yang sejuk, dengan pemandangan keramaian kota denpasar membuat letih yang saya rasakan menjadi tak berarti.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: