Menikah Muda, Pilihan atau Paksaan?

pernikahan adalah janji suci antara dua insan manusia. jagalah janji itu, karena anda berjanji kepada tuhan bukan kepada manusia.

ilustration by: google.co.id
masa SMA telah usai dan semua teman kini menjalani kehidupannya masing-masing. 80% dari mereka melanjutkan study ke bangku kuliah. 10% memilih untuk mencari pekerjaan dan belum ingin untuk melanjutkan ke universitas. namun ada sekitar 10% dari mereka melangkah ke jenjang yang jauh, yaitu pernikahan.
awalnya saya dikejutkan dengan undangan pernikahan yang saya terima setelah kurang lebih 6 bulan meninggalkan bangku SMA. Sebut saja namanya ‘Bunga’ (supaya mirip acara kriminal, hehe..). teman saya bunga (18thn) tersebut memang telah berpacaran sejak
kelas 1 SMA. pacarnya yang memiliki usia terpaut sekitar 10 tahun tidak membuat bunga merasa malu, justru kerap kali datang berpasangan ketika kita mengadakan acara-acara tertentu.
memang teman-teman sudah menduganya dari awal. jika nanti tamat SMA pasti mereka langsung menikah. dan dugaan itupun benar adanya, seiring dengan datangnya undangan pernikahan si Bunga dan pacarnya. kamipun menghadiri pernikahan itu, ditengah kerumunan tamu undangan, kita teman se kelasnya dulu di SMA mendapatkna tempat khusus. mungkin supaya bisa reunian🙂. di tengah canda guarau kami dengan beberapa botol soft drink, ada teman saya yang berbisik, “tampaknya si Bunga sudah isi!”, dengan wajah penasaran saya balik bertanya “isi apa maksud nya?”, dia tersenyum dan berkata “hamil”. dalam hati sebenarnya juga sudah ada firasat begitu, tapi saya tidak terlalu peduli.
singkat cerita, hanya beberapa bulan berselang dari pernikahan mereka, si bunga ternyata benar hamil. berita itu saya terima langsung dari dirinya melalui chat di FB. dan tak lama berselang, bunga melahirkan anak pertamanya. kamipun datang menjenguk ke rumah sakit. terlihat rona bahagi di wajah kedua pasangan itu.
berarti benar saja apa yang dikatakan teman-teman dulu, bahwa pernikahan bunga dilatar belakangi oleh kehamilannya. pernikahan dini memang akan banyak mengalami permasalahan. permasalahan itu timbul karena umur mereka yang masih muda sehingga masih labil dan belum memiliki sifat dewasa. selain itu bahaya juga akan terjadi pada sistem reproduksi jika menikah terlalu dini. pemerintahpun telah mengaturnya dalam pasal 27 UU No. 1/1974 tentang perkawinan yang mengizinkan perempuan menikah jika sudah mencapai usia 16 tahun.
kalau ditelusuri lebih  lanjut, sebenarnya tidak ada wanita yang ingin menikah di usia muda. mereka justru masih ingin menikmati kehidupan  masa remajanya. begitupun bunga. walaupun tak mau mengatakan secara langsung, tapi, raut wajahnya menyiratkan hal itu. jadi, jika bukan karena terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, pasti pernikahan dini akan jarang terjadi.
kemarin saya mendapatkan undangan dari teman SMA saya lagi. semoga pernikahanya ini benar-benar karena cinta, bukan karena ada sesuatu dibalik layar, hahaha…
anda pilih mana? menikah muda atau menikah di usia yang memang sudah pantas dan siap? semua pilihan ada pada anda. selamat memilih😀

2 Responses

  1. Saya pilih menikah muda, tua kaya raya😀Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

  2. wah., saya juga mau itu mas sugeng :-)salam balik, trimakasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: