Undang-Udang Untuk Pesepeda

Pacific Tuscon Men's Dual-Suspension Mountain Bike (26-Inch Wheels)Bersepeda kini kian digemari, seiring dengan berbagai kelompok masyarakat yang secara terus menurus giat dalam menyuarakan bersepeda sebagai langkah awal menuju bali go green.

Efek pemanasan global kini kian terasa. Suhu bumi yang kian hari kian bertambah tingi menyebabkan para penghuninya mulai cemas dan terus berpikir untuk menyelamatkan bumi dari global warming.

Bali sebagai salah satu destinasi pariwisata terfaforit di Indonesia kini sedang menggalakkan kegiatan Bali Go Green yang dicanangkan oleh pemerintah dan telah didukung berbagai lapisan masyarakat. Berkat banyaknya informasi yang diberikan oleh media masa tetang global warming, efek rumah kaca, perubahan iklim dll, membuat masyarakat, baik dari lapisan paling bawah hingga atas mulai sadar akan ancaman yang diberikan bumi jika tidak dijaga.

Namun tidak hanya sebatas wacana yang terus menerus digulirkan, tetapi bagaimana sekarang masyarakat bisa take action first! Bersepeda mungkin merupakan salah satu pilihan yang dilakukan masyarakat metropolitan di Denpasar. Selain sedang trend, bersepeda juga merupakan salah satu olah raga yang ekonomis ditengah himpitan kebutuhan yang semakin kompleks.

Penggunaan sepeda untuk beragam kegiatan seperti, bersepeda ke tempat kerja, bersepeda ke kampus, bersepeda ke sekolah dan ke tempat lainnya yang mungkin dekat dengan perumahan kita, sehingga tidak harus selalu menggunakan kendaraan bermotor. Ini telah terbukti memberikan kontribusi yang cukup besar untuk pengurangan gas emisi karbondioksida di perkotaan.

Pemerintah kota denpasar tampaknya mulai serius memperhatikan para pesepeda perkotaan ini. Bukti nyata diantaranya adalah pembuatan aturan car free day yang diadakan setiap hari minggu di kawasan lapangan renon denpasar. Selain itu, jalur khusus pesepedapun telah dibuat, namun sayang, ketika saya mencoba jalur khusus itu, tampaknya hanya ada di beberapa kawasan saja dan tidak merata ke seluruh penjuru kota denpasar.

Masalah mulai timbul ketika tidak semua pengendara sepeda mengerti aturan untuk bersepeda di jalan raya. Mungkin terlihat sepele, tetapi hal ini kian meresahkan pengendara kendaraan bermotor di jalan raya. Aksi ugal-ugalan di jalanan, berjalan berkelompok hingga membuat macet jalan, serta tidak menggunakan perlengkapan safety merupakan bukti bahwa pesepeda di bali belum keseluruhan mengerti akan bahaya dan keselamatan baik dirinya maupun orang lain jika tidak memperhatikan peraturan lalulintas.

Seharusnya pemerintah dapat memikirkan tentang perancangan undang-undang untuk para pengendara sepeda dijalan raya. Ini penting agar rasa aman dan nyaman saat dijalan dapat dirasakan baik pengemudi sepeda maupun kendaraan bermotor.

Aturan itu hendaknya mengatur tentang kelengkapan berkendara seperti:
1. Penggunaan helm saat bersepeda
2. Pakaian yang aman dan nyaman
3. Sepatu
4. Bell pada sepeda.
5. Lampu depan untuk penyinaran malam hari
6. Lampu belakang untuk memberikan signal kepada pengendara lain dibelakangnya
Serta perlengkapan safety lain yang mungkin dirasa perlu demi keselamatan bersepeda.

Tidak hanya itu saja, hendaknya pemerintah juga membuatkan aturan yang jelas tentang rambu-rambu lalulintas yang harus dipatuhi oleh pengendara sepeda.

Dari survey yang dilakukan salah satu radion swasta di Bali mengenai aturan-aturan untuk para pesepeda, menunjukan bahwa 7 dari 10 pengendara sepeda setuju untuk dibuatkan UU untuk para pesepeda demi kenyamanan berkendara.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: